Pemdes Kebon Cau Bangun TPST

TPST,  di kampung alang kecil, RT 25/08. desa kebon cau, Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang provinsi Banten.

BULETIN TANGERANG.COM, TELUKNAGA – Pemerintah Desa (Pemdes) Kebon Cau Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengurangi  volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jatiwaringin.

Kepala Desa Kebon Cau Ahmad Nur
mengatakan, upaya untuk mengurai sampah dilingkungan Teluknaga saat ini telah dibangun seluas 100 M2 TPST Terletak di Kampung Alang Kecil, RT 25/08. Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga.

“Bangunan TPST tersebut berdiri sudah mencapai 80%,- Sekarang tinggal perapihannya saja,” ujar Ahmad Nur Sabtu (22/7/2022).

Ahmad Nur menjelaskan, adapun cara pengelolaan sampah di TPST ini nantinya, sampah yang diantar warga, akan di pilah-pilah kemudian residunya di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jati Waringin.

“Peningkatan program pak bupati, tingkat kesehatan dan kebersihan. Makanya, Desa Kebon Cau biar ada TPST nya.dalam waktu dekat ini selesai dan rampung,” tutur nya

Menurut Ahmad Nur, pengumpulan sampah warga akan di kelola oleh masing-masing RT/RW setempat. Sampah yang ada di masyarakat di ambil oleh pekerja menggunakan Germo (Gerobak Motor) dengan cara berkeliling.

“Untuk sementara ini, kami hanya mempunyai 2 Germo, Itu masih kurang. Kedepannya nanti bisa kita tambah, walau upaya entah dari mana pengajuan nya, kemungkinan bisa iuran masyarakat. Semoga saja Desa Kebon Cau bisa menjadi percontohan bagi desa lain untuk mengatasi kebersihan lingkungan dan volume sampah,” tukas nya.

Sementara itu, Hendra pengelola manggot sekaligus pemilik lahan, ia mengakui akan terus mendukung program-program Pemerintah Desa Kebon Cau terlebih dalam menangani persoalan sampah.

“Alhamdulillah untuk bangunanya sudah berdiri berkat kerjasama pemdes dan PT Angkasa Pura (AP) II dan untuk mesin mengelolaannya kami akan di bantu oleh DLHK Kabupaten Tangerang berikut dengan kendaraan roda tiganya,” Kata Hendra Pengelola BSF KBC di Desa Kebon Cau.

Ia menjelaskan, dalam pengelolaan kedepan, akan memberdayakan masyarakat dengan tujuan sampah desa harus berakhir di desa, dengan melakukan pengolahan dan pemilahan secara mandiri.

“Sampah organik akan kami jadikan pakan manggot, kemudian sampah Non, organik akan di jual, residu nya akan kami pisahkan untuk di buang ke TPA Jatiwaringin melalui kerja sama dengan DLHK,” tandas nya.
(Asep)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini