BULETIN TANGERANG,Com, Jayanti – Berawal dari dorongan dan tuntutan warga desa sumur Bandung kecJayanti, mengevaluasi kinerja team rekrutmen desa sumur Bandung, akhirnya dua yayasan yang bekerja sama dengan PT Uli berlokasi di wilayah desa sumur Bandung,di undang ke Kantor Desa. guna mengulas kesepakatan yang sudah ada sebelumnya, kegiatan evalusi itu pada (Jum’at 14/01)
Dikabarkan pada undangan yang akan hadir team rekrutmen Desa Sumur Bandung kemudian 2 (dua) perwakilan dari Yayasan TMS dan HMS, Karang Taruna, LPM, BPD, Kepala Desa, perwakilan dari RT/RW, kadus,serta warga setempat.
Berkaitan hal itu hasil pertemuan dengan kedua yayasan HMS dan TMS yang bekerja sama dengan PT Uli, selanjutnya akan dijelaskan oleh ketua BPD dan ketua LPM
Ketua BPD Desa Sumur Bandung Arda Biliy mengatakan, Kita akan evaluasi sistem dan kesepakatan kerjasama dengan kedua yayasan HMS dan TMS
“Sesuai kesepakatan dari awal 70% putra daerah yang harus di pioritaskan bisa bekerja di PT Uli dan 30% luar putra daerah,dan tentu kami akan mengundang pihak perusahaan tersebut,
Adapun pemanggilan itu, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Sumur Bandung agar bisa di pioritaskan dapat bekerja dan mencari napkah di wilayahnya sendiri, tentunya harus juga disesuaikan kemampuan yang di milikinya,” papar Arda kepada wartawan (Jumat 14/1)
Senada Ketua LPM, desa sumur Bandung juga Holid angkat bicara, pihak – pihak perusahaan janganlah mengabaikan keinginan warga setempat untuk dipekerjakan karena sudah ada perjanjian, “hal itu ditegaskan nya, di hadapan peserta forum terkait rekrutmen karyawan untuk PT Uli yang memperoduksi tas koper di wilayah desa sumur Bandung.
“Ada ke janggalan selama, pasalnya ini kita di kasih kuota untuk merekrut calon karyawan yang bakan di tempatkan bekerja di PT Uli,namun bagi warg desa sumur Bandung yang ikut melamar kerja dan melakukan tes di perusahaan PT Uli banyak yang gagal, dapat dikatan tidak direkut menkadi karyawan, “ujar nya.
Ia juga menyayangkan, sementara untuk tambal sulam/menggantikan calon karyawan yang gagal tes kita dari team rekrutmen desa sumur Bandung tidak pernah di kasih tau.
“Kami menduga banyak permainan orang dalam juga untuk merekrut calon karyawan PT Uli di luar daerah, “bebernya.
Tokoh pemuda itu menambahkan, kami team rekrutmen karyawan desa sumur Bandung, akan terus berupaya proposional, dan pastinya mengutamakan warga Desa Sumur Bandung sebagai putra daerah bisa bekerja di perusahaan yang berada di Desa kita ini.
“Kita akan undang semua yayasan penyalur tenaga kerja yang bekerja sama dengan perusahaan yang berada di wilayah desa sumur Bandung agar bisa mempioritaskan warga masyarakat desa sumur Bandung dahulu,”tutupnya
Sementara warga masyarakat desa sumur Bandung mengaku bernama Mastur menyampaikan temuannya sewaktu, pengetesan calon karyawan PT Uli,
“Kami kan, putra daerah, warga Desa Sumur Bandung, memantau terus dalam kegiatan rekrutmen karyawan di PT uli, “Kami melihat, banyak orang luar daerah kami yang lulus tes dan bisa bekerja di PT uli,kami tanya satu persatu calon karyawan tersebut ternyata banyak bawaan orang dalam perusahaan,”ungkap Mastur
Untuk itu sambung Mastur, Kami warga Sumur Bandung menyatakan tidak ketemu hasil kesepakatan 70% untuk putra daerah dan 30% untuk luar daerah desa sumur Bandung,
“Sebagai warga desa ini, kami akan terus berjuang sampai warga sumur Bandung bisa terakomodir bekerja di wilayahnya, “tandas nya (Nai/man)



