Buka Workshop Guru PAUD, Wagub Andika: Cara Mengajar Kita Harus Cepat Beradaptasi.

Wakil Gubernur Provinsi Banten Andika Hazrumy pada kegiatan workshop guru PAUD Kamis (20/1)

BULETIN TANGERANG.Com
SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membuka secara resmi kegiatan workshop guru PAUD (pendidikan anak usia dini) yang digelar Himpaudi Banten di Plaza Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (20/1).

Dalam sambutannya Andika meminta para pendidik atau guru saat ini dapat beradaptasi dengan dunia baru pada era milenial.

“Agar pendidikan tetap bisa berselancar di atas gelombang pergeseran. Bukan tenggelam di bawah. Sistem pendidikan mesti berpacu mengimbangi perubahan, “kata Andika.

Turut hadir dalam acara yang diikuti oleh 530 para guru PAUD se-Banten yaitu Bunda PAUD Provinsi Banten Adde Rossi Khoerunnisa dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, kependudukan dan KB Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina.

Menurut Andika, hal baru yang muncul hari ini, di era percepatan informasi seperti sekarang, akan menjadi usang dalam tempo kurang dari dua tahun.

“Menariknya, para murid masa kini bisa luwes menyesuaikan diri dengan percepatan itu, “Sekaligus, tantangan bagi kita para guru, terlebih pendidik PAUD yang mendidik anak-anak usia dini, “imbuhnya.

Andika menyebut, sebagian besar guru hari ini keteteran, beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut. Alih-alih menghakimi murid zaman sekarang mengalami attention deficit disorder atau gangguan kemerosotan perhatian yang disebabkan oleh konsumsi internet pada gadget, “ia menegaskan, hal itu justru terjadi sesungguhnya karena murid mengalami kebosanan karena guru dan sekolahnya ketinggalan zaman.

Menurut beliau, pada dasarnya anak-anak memiliki hasrat ingin tahu dan belajar. Hasrat itu padam karena gurunya mengajar dengan kebiasaan zaman manual.

“Tantangannya, adalah bagaimana guru dan sekolah menjadikan belajar menarik, menyenangkan dan menawarkan pengalaman menantang, sebagaimana ditawarkan game online yang membuat anak-anak kerasan dan kecanduan, ” tukas Andika

Meski begitu lanjutnya, gawai tidak bakal menggantikan peran guru dan sekolah tradisional.

“Yang harus dilakukan adalah guru mesti proaktif melengkapi pembelajaran anak menggunakan piranti mobile. Model pembelajaran elektronik, malahan menawarkan alternatif yang terjangkau bagi pendidikan tradisional,” tandas nya

Semejatar Ketua Himpunanan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini atau Himpaudi Banten, Yayah Rukiyah mengatakan, pelatihan pendidik PAUD ini merupakan program pertama yang diselenggarakan. Dalam pelatihan tersebut, guru atau pendidik PAUD untuk menerapkan pembelajaran kreatif, inovatif dan berbasis proyek.

“Pembelajaran baca tulis dan berhitung (calistung) tidak boleh diberikan oleh anak usia dini, tetapi pendidik dan tenaga kependidikan menerapkan pembelajaran berbasis project,” Singkat nya. (man)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini