Pembelian Sound System Kantor DPRD Tangerang Rp 1,4 M.

Duano Azir, Ketua LSM – KPPB

BT.COM, KOTA TANGERANG – Penggelontoran anggaran rakyat dengan nilai fantastis kembali akan dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang. Tak tanggung-tanggung, DPRD Kota Tangerang menganggarkan dana APBD 2022 untuk membeli sound system baru mencapai Rp 1,459 M.

Anggaran untuk pembelian sound system itu memiliki kode RUP 31155277. Pengadaan peralatan audio sound system dengan pembelian secara e-Purchasing atau membeli secara E-katalog.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo ketika dihubungi enggan berkomentar perihal pembelian sound system yang dianggarkan sekitar Rp 1,459 Miliar.

“Saya gak paham anggaran nya tapi untuk pembeliian sound sistem itu memang ada. Lebih jelasnya tanya ke sekwan aja,” tukasnya

Ditempat terpisah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Perjuangan Putra Bangsa (KPPB), Duano Azir mengatakan, Dapat diduga bahwa sekretariat DPRD Kota Tangerang telah terjadi pengondisian yang terstruktur, massif dan sistematis mulai dari tahap perencanaan hingga tahapan perealisasian kegiatan, yang diduga banyak menuai kontroversi.

“Masyarakat lagi sulit ekonomi DPRD malah ada kejanggalan dan permasalahan. kegiatan tersebut. Oleh karena itu, sangatlah perlu dilakukan Penyelidikan (Lid) dan Penyidikan (Dik) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.agar ada Azas perubahan di penggunaan anggaran Dewan yang terhormat itu,” ucap Duano Azir kepada awak media ini, Rabu 8 Juni 2022.

Walau demikian sambung Duano, Sekwan dan Anggota DPRD Kota Tangerang harus menerangkan kepada publik mengapa hanya untuk membeli sound system baru mencapai Rp 1,459 M, apa saja jenis barang, untuk uang sebesar tersebut.

“Harus ada pertanggung jawaban kepada publik untuk transparansi KIP (Keterbukaan Informasi Publik) Agar masyarakat Tangerang dapat memahami bahwa membeli sound system baru Rp 1,459 M sangat penting sehingga layak untuk dianggarkan,”imbuh nya.

Diakhir Duano menghimbau, semoga anggota dewan yang terhormat dapat menjadi perwakilan masyarakat yang benar – benar menyampaikan asfirasi masyarakat untuk mengawasi pemerintah Kota Tangerang

“Ketua DPRD dan anggota Dewan harus nya, tidak Anti Kritik karena sejatinya anggota dewan itu tempat mengadunya masyarakat, untuk itu harus jujur dan adil untuk Rakyat yang diwakili mereka,”ucap Duano dan menutup komentar nya.(Man/Ded)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini