Kejati Banten Didesak, Hotben : Usut Tuntas Aliran Dana PNBP Pasar Babakan

Hotben Sitorus SH saat berada di Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kejaksaan Tinggi Banten, melakukan pelaporan atas pasar Babakan Tangerang, Rabu (22/06)

BULETIN TANGERANG Com, KOTA TANGERANG – Aliansi Tangerang Raya mendorong, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, agar memeriksa dugaan Penggelapan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang jumlah nya puluhan milyar. di PT PKG (Panca Karya Griyatama) yang mengelola pasar Babakan,” hal itu disampaikan Hotben Sitorus SH melalui Siaran pers atau keterangan tertulis nya (minggu 26/6/2022)

Hotben mengatakan, pemakaian atau pemanfaatan aset BMN atas nama Kemenkumham, oleh Oknum yang mengatasnamakan PT Panca Karya Griyatama (PKG) bernama Drs H Yogi Yogaswara, dan H.M.Sis Nugraha mendapat kepercayaan untuk mengelola pasar Babakan dari mulai 2009 sampai tahun 2021

“Dikabarkan, pada bulan Juli 2021 yang lalu, Sis Nugraha meninggal dunia dan digantikan oleh Oman Jumansah mantan Anggota DPRD Kota Tangerang kemudian dalam pengelolaan pasar Babakan saat ini oleh keluarga almarhum H Sis dan mr Yogi, “kata Hotben

Menurut Hotben, pengelolaan pasar tersebut tidak melalui mekanisme yang berlaku, istilah masyarakat itu Penyerobotan sesuai pasal 6 PP no 51/1960 pengganti UU (Prp)tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak.

“Pengelolaan pasar babakan Kota Tangerang melanggar PP Nomor: 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah PP No 38 tagun 2008, PP No 27 tahun 2014 terakhir PP No 28 tahun 2020,” papar nya.

Ia mengungkapkan, Dari area lahan Kemenkumham di wilayah Tangerang seluas 23 Ha dan yang digunakan PT PKG merupakan salah satu aset kemenkumham Hak Pakai no 46 atas nama Departemen kehakiman Republik indonesia dengan luas keseluruhan 74.040 M² hingga kini menjadi hasil temuan BPK RI ( temuan no 1.4.2 atas sistem pengendalian aset tetap dalam LHP SPI no 21b/HP/XIV/05/2009 hal 52)

“Dalam temuan BPK RI tersebut terdapat potensi kerugian Negara atas PNBP berupa sewa aset kemenkumham di Tangerang atas pasar Babakan minimal sebesar Rp 18 milyar,” beber nya.

Dikatakan, bahwa PT PKG adalah perusahaan swasta murni yang telah merugikan negara dan bahkan berpotensi menghilangkan aset negara yang di kuasainya.

“Diduga keuntungan yang di dapat PT PKG dari sewa lapak, pungutan harian ke pedagang, pengelolaan parkir dari tahun 2009 hingga kini tahun 2022 bisa mencapai puluhan bahkan ratusan milyar, disinyalir pajak penghasilan/pendapatan pribadi atau badan usaha dari pengelolaan pasar dan parkir tidak dilaporkan ke Negara,” ujar Hotben

Hotben berharap, adanya tindakan hukum yang adil untuk pengamanan dan penyelamatan aset Negara dari pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab baik perorangan maupun kelompok atau berbadan hukum (perusahaan swasta), mengingat UU no 31/1999 tentang pemberantasan Tipikor dan telah diubah menjadi UU no 20/2002 tentang Tipikor.

“Berdasarkan UU nomor 20 tahun 2002 tentang tindak pidana korupsi menjelaskan, “Bagi setiap orang yang memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun kelompok atau korporasi atau badan usaha yang berhubungan dengan keuangan Negara atau nilai kekayaan Negara/ pemerintah yang dapat menimbulkan kerugian keuangan negara atau perekonomian Negara ini merupakan Tindak Pidana Korupsi,” kata Hotben Sitorus SH pengacara asal Sumatra Utara.

H M Muchdi salah satu pelapor dugaan Penggelapan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pasar Babakan, di kediaman nya Jl Suka Bakti ll Kota Tangerang mengakui, dirinya bersama rekan-rekan LSM benar telah melaporkan ada nya dugaan tersebut ke APH yaitu Kejati Banten atas laporan nomor surat 017/Sus/A-LSM.TGR/VII/2022 pada tanggal 22 Juni 2022.

“Dasar laporan Sesuai dengan UUD 45 pasal 23E ayat (3) tentang kebebasan berpendapat, Tap MPR-RI no VII/MPR/2001 tentang pemberantasan KKN, UU nomor : 16/2017 tentang Ormas, intruksi Mendagri nomor : 8/1999 tentang LSM, UU 68/1999 Bab II pasal 2, PP no 20/2001 tentang penyelengaraan Negara, PP nomor : 71/2000 tentang tatacara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar Muchdi

Muchdi menegaskan, Aliansi LSM Tangerang Raya menghendaki,
semoga Kajati Banten bertindak periksa para pelaku karena diduga APH di kota Tangerang tampak nya tidak berdaya.

“Sejati nya Kejaksaan Tinggi tidak harus takut untuk memeriksa Kemenkumham RI atas Pembiaran terjadinya Dugaan Tindak Pidana sesuai dengan Temuan BPK RI,” tegas nya.

Muchdi menjelaskan, Berawal dari tahun 2007 Aset kekayaan Negara milik Kemenhumkam berupa Tanah seluas 20000 hektar persegi, telah dibangun Hanggar yang didalam nya terdiri dari kios, Los, ratusan lapak pedagang di Pasar Babakan.

“Harus diungkap kepublik bahwa Pasar Babakan. telah di bangun oleh PT PKG, sebagai kompensasi digusurnya Eks Pasar Cikokol akibat adanya Ruislag (asset Swap) tanah eks pasar Cikokol Atas nama kemenkumham yang beralamat jalan Sudirman no 1 Kelurahan Babakan ke Gunung Sindur Bogor jawa barat,” ungkap Muchdi

Diakhir Muchdi mengatakan, bahwa pihak nya, Aliansi menilai dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset Barang Milik Negara oleh PT Panca Karya Griyatama (PKG) ini, tidak melalui mekanisme aturan yang berlaku, mengakibatkan kerugian Negara puluhan milyar.

“Berkaitan persoalan tersebut pihak Aliansi Tangerang Raya telah resmi melaporkan dugaan penggelapan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas aset Barang Milik Negara (BMN) dengan laporan no surat 017/Sus/A-LSM.TGR/VII/2022 pada tanggal 22 Juni 2022,” tandas nya.

Ditempat terpisah, Walau tak banyak komentar Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Banten Ivan Hebron Siahaan mengakui ada masuk laporan pengaduan (Lapdu) dari masyarakat dan akan sedang diregister sebagai surat masuk.

“Berkaitan pasar Babakan yang berada di Kota Tangerang. Lapdu di terima petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kejati Banten tanggal 22 Juni 2022, “Seraya ivan ucapkan, terimakasih atas semua bentuk partisipasi atas Peranserta masyarakat dalam mendukung Kejaksaan Tinggi Banten,” tutur ivan melalui telpon. Senin (27/6/2022) (Man/Edi)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini