Menjelang Idul Adha, Pj Gubernur Al Muktabar Kendalikan Penyebaran PMK di Provinsi Banten

Caption : Pj Gubernur Banten Al Muktabar ketika kunjungan kerja Menjelang Perayaan Idhul Adha 1443 H, sekaligus upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

BULETIN TANGERANG.COM, – Menjelang Perayaan Idul Adha 1443 H, lalu lintas pasar hewan dan produk hewan semakin meningkat. Sementara itu, sejak beberapa bulan terakhir muncul Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi, kerbau, domba, kambing, babi, rusa/kijang, unta dan gajah. PMK  [ Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae ] adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus.

Dalam antisipasi penyebaran PMK, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 524/1181-DISTAN/2022 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Mulut dan Kuku pada tanggal 20 Mei 2022.

Surat edaran ini adalah sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan penyebaran penyakit mulut dan kuku. Menghindari resiko kerugian lebih besar yang ditanggung oleh masyarakat khususnya para peternak hingga pelaku usaha yang berbahan baku daging ternak.

Pengendalian PMK semakin diintesifkan seiring dengan meningkatnya pergerakan dan lalu lintas hewan ternak antar daerah saat menjelang Idul Adha 1443 H/2022M.

Al Muktabar sedini mungkin berupaya menangani masalah penyebaran PMK, khusus pada hewan kurban. Langkah itu untuk memastikan kondisi hewan kurban yang dijual pelapak terbebas dari penyakit kuku dan mulut (PMK) serta dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Caption : Bersama Tim Gabungan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, turun langsung khusus pada hewan kurban. untuk memastikan kondisi hewan kurban yang dijual pelapak terbebas dari penyakit kuku dan mulut (PMK) serta dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Surat Edaran Gubernur Banten itu juga memperhatikan hasil uji laboratorium sampel dari satu lokasi di Provinsi Banten oleh Veteriner Subang.

Pada tanggal 12 Mei 2022 perihal hasil uji laboratorium bahwa sampel dari Kota Tangerang Selatan dinyatakan negatif uji PCR PMK, serta pada tanggal 13 Mei 2022 perihal hasil uji laboratorium bahwa sampel dari Kota Tangerang Selatan dinyatakan positif antibodi PMK.

“Sehubung dengan hal tersebut, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap PMK pada hewan dimohon agar seluruh Bupati/Walikota melakukan beberapa langkah. Diantaranya membentuk gugus tugas pengendalian dan penanggulangan PMK dengan melibatkan instansi terkait, akademisi/pakar maupun pihak lainnya,” tertulis pada surat edaran tersebut.

Dalam edaran tersebut PJ Gubernur meminta Bupati/Walikota menunjuk pejabat otoritas veteriner Kabupaten/Kota untuk melakukan pembinaan kepada peternak agar melakukan pelaporan jika menemukan kasus atau kematian pada hewan ternak dengan disertai atau tanpa tanda klinis yang mengarah pada PMK dan melaporkan kasus kesakitan atau kematian pada hewan rentan melalui ISIKHNAS.

Membentuk Satgas Gabungan Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Penjabat Gubernur Banten terus berupaya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Banten pada saat perayaan Idhul Adha 1443 mendatang. Al Muktabar juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan.

Sebagai tindak lanjut kerja sama itu, pada Rabu, 22 Juni 2022 Pj Gubernur Al Muktabar memimpin Apel Siaga Pelepasan Tim Gabungan Pengawasan Lalu Lintas Hewan dan Produk Hewan Jawa Barat dan Banten. Apel tersebut dilakukan di lapangan kantor check point lalu lintas hewan di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor – Provinsi Jawa Barat.

Tim Gabungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten tersebut akan melaksanakan tugas pengawasan terhadap hewan dan produk hewan yang melintas dari Jabar menuju Banten dan juga sebaliknya. Saat itu Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan di masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali melanda Pemerintah harus hadir untuk memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Pj Gubernur Al Muktabar juga turut memantau langsung Kesehatan hewan kurban.

Pada hari saat itu Al Muktabar memantau lapak penjualan hewan kurban milik warga di Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban yang dijual oleh para pelapak dalam kondisi Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) dan juga terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pada kesempatan tersebut, Al Muktabar melakukan pemeriksaan terhadap 60 ekor sapi yang dijual di lapak tersebut. Satu diantaranya bahkan dilakukan pemeriksaan mulut.

“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan tadi semua sapi di sini aman dan sehat. Tidak ada yang terjangkit PMK. Pihak penjual juga memastikan hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat meskipun berasal dari berbagai daerah,” jelasnya.

Dikatakan Al Muktabar untuk mengantisipasi sebaran PMK di Banten, seluruh penjual hewan kurban diharuskan melakukan karantina terlebih dahulu, lalu pengecekan dokumen kelengkapan serta memeriksa kondisi fisiknya untuk memastikan kesehatan hewan kurban.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi juga melakukan check point terhadap hewan kurban yang akan masuk ke Banten. Pemprov juga melakukan kontrol secara berkala di setiap lapak yang ada. Yang ditunjang juga pemeriksaan secara rutin oleh petugas di Kabupaten dan Kota.

“Ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk mempersembahkan keamanan dan kenyamanan masyarakat khususnya dalam melaksanakan kurban yang tak lama lagi akan dilakukan,” pungkasnya.

Selain itu Pj Gubernur Al Muktabar menjalin koordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi terhadap hewan untuk mencegah penularan PMK.

Sejak 22 Juni 2022 Provinsi Banten mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 1.100 dosis yang didistribusikan kepada Kabupaten Tangerang 600 dosis, Kabupaten Pandeglang 100 dosis, Kota Tangerang Selatan 100 dosis, Kota Serang 100 dosis dan Dinas Pertanian Provinsi sebanyak 200 dosis.

Sesuai arahan Presiden RI, pelaksanaan vaksinasi selesai sebelum Idul Adha. Dan di Provinsi Banten vaksinasi tersebut sudah dilaksanakan pada 26 – 27 Juni 2022. Vaksinasi diharapkan mampu melindungi hewan ternak yang sehat dari infeksi yang sakit.(Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini