PD GPII Kabupaten Tangerang Siap Bela PKL Sentiong.

Foto : Anhar, S.H Pimpinan Daerah Gerakan PD GPII Kabupaten Tangerang bersama para PKL, di Pasar Sentiong. Minggu (21/08).

BULETIN TANGERANG.COM, BALARAJA – Puluhan pedagang yang berjualan di Pasar Sentiong Desa Tobat Kecamatan Balajara.
memperotes rencana Pemerintah Kabupaten Tangerang yang akan menggusur mereka ke lokasi baru.

Kwatir lapak dagangan nya digusur Ratusan PKL (pedagang kaki lima) di pasar Sentiong mengadukan persoalan itu kepada Pemuda Islam Indonesia (PD GPII) Kabupaten Tangerang

Terkait hal itu, Anhar, S.H Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PD GPII) Kabupaten Tangerang menegaskan, pihak nya bersedia akan membela hak – hak hukum dan kelanjutan usaha dagang para PKL, Pasar Sentiong Desa Tobat Kecamatan Balajara Kabupaten Tangerang.

“Bersama GPII, saya nyatakan, siap membela para pedagang kaki lima pasar Sentiong yang lapaknya hendak digusur paksa,” kata Anhar saat menemui para pedagang kaki lima di Desa Tobat Kecamatan Balaraja. Minggu (21/8/2022).

Pria yang akrab disapa Bung Anhar menjelaskan, sebenarnya para PKL setuju dilakukan penataan, siap pindah asal dari pihak PD pasar sudah menyiapkan lokasi yang strategis untuk PKL berjualan.

“Betul pihak PD pasar sudah menyiapkan lokasi atau kios, namun penolakan PKL itu, pasalnya kios-kios ditempat baru tersebut sudah diatasnamakan milik orang lain, lokasinyapun susah dijangkau oleh para pengunjung,” ungkap nya

Walau demikian kata Anhar, para PKL, siap pindah, “asal ada lokasi yang strategis untuk berjualan, bukan asal dikasih lokasi, hanya beberapa kios saja, “cetus nya.

Lanjut Anhar, ia beserta tim juga akan segera membuat surat Audensi ke DPRD dan Bupati Tangerang untuk meminta keadilan terkait adanya para pedagang yang merasa di rugikan terkait mau dibongkarnya lapak tempat berjualan.

“Saya berharap DPRD dan Bupati Tangerang segera turunlah, “Sidak ke lapangan” untuk menyelesaikan konflik para PKL, yang merasa dirugikan,”tandas nya.

Sebagai perwakilan puluhan PKL,
Fitri Pedagang Ikan Pasar Sentiong Balaraja mengakui, bahwa dirinya bersama pedagang lainnya siap mempertahankan lapak dagangan nya. Dan dirinya siap menghadap DPRD atau Bupati Tangerang untuk meminta keadilan terkait persoalan rencana penggusuran tersebut.

“Saya bersama pedagang kaki lima lainnya akan terus berjuang mempertahankan lapak dagangan sampai adanya lokasi berdagang yang strategis untuk berjualan,” pungkasnya.

Sementara Direktur Utama Perum Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Finny Widiyanti menjelaskan, 5 (lima) hal Berkaitan Pasar Sentiong dan beberapa kasus PKL, antara lain,

1. Perumda Pasar sudah beberapa kali ikut rapat dengan pihak-pihak terkait baik yang di fasilitasi oleh Pemda dan kecamatan balaraja

2. Area diluar pasar bukan menjadi wewenang kami, untuk mengambil tindakan, Karena PKL adalah kewenangan dari pemda yang dalam hal ini di bagian penertiban, terkait pelanggaran aturan – aturan Perda tentang lahan yang tidak berkesesuaian dengan peraturan pemerintah baik dari Tata ruang dan yang berhubungan dengan pasal-pasal terkait menertiban dari level satpol PP Kecamatan, bahkan Satpol PP kabupaten ( tergantung luar area )

3. Bahwa, lahan sepanjang jalan khususnya di depan persis pasar kami tersebut, bukan peruntukan untuk ruang dagang, pemerintah sudah memberi tempat untuk berdagang yaitu di area Pasar Sentiong Balaraja.

4. Tentu Perumda Pasar sudah menyiapkan tempat untuk menampung PKL tersebut di lokasi pasar yang sudah ada, Dan rapat terakhirpun, suadara Cecep selaku (Koordinator PKL ) sudah juga mengetahuinya dan sudah memberi infomasi tertulis terkait jumlah PKL, Dengan catatan Perumda pasar tidak bisa memaksa PKL untuk mau masuk ke pasar kami, kami hanya menghimbau untuk bisa bergabung dengan pedagang kami.

5. Dalam surat mereka yaitu PKL, kepada Pemerintah, Pemkab Tangerang bahwa mereka SADAR dan mengakui bahwa berjualan di tempat yang dilarang,” terang nya.

Wanita yang juga merupakan Ketua Perbasi Kabupaten tangerang itu
menambahkan, keterangan nya, bahwa pada bulan Agustus tahun 2020 yang lalu, sebenarnya sudah dilakukan penertiban PKL.

“Namun belum sebulan, ada oknum yang membangun kembali dengan permanen/baja ringan dilokasi tersebut, padahal sudah jelas ada Plang peringatan dari satpol PP Pemerintah Kabupaten Tangerang yang melarang berjualan diareal tersebut,” singkat nya. (Red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini