390 Tahun Kabupaten Tangerang Harus Lebih Baik Pelayanan

Budi Usman, Penggiat dan Aktivis Kabupaten Tangerang

BULETIN TANGERANG.COM, – Pemerintah Kabupaten Tangerang memasuki usia ke-390, sangat tua sebagai sebuah Daerah yang terus mencanangkan pembangunan di seluruh aspek, dari SDM hingga Infrastruktur.

Hari Ulang Tahun (HUT) di selenggarakan dalam suasana Pandemi ini tetap dirayakan gegap gempita oleh semua pihak, tak terkecuali oleh generasi-generasi Millenial,” ungkapan itu disampaikan oleh Budi Usman, Penggiat dan Aktivis Kabupaten Tangerang Jum’at (14/10/2022)

Menurut Pria akrap disapa Budi ini, Wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki 29 Kecamatan, 28 Kelurahan dan 246 Desa ini, Meski memiliki sejumlah Pusat Industri namun tidak menjadi otomatis disana berkembang pesat pertumbuhannya.

“Kendati sudah memasuki usia ke-390, namun tampak masih diam ditempat, Sebut saja Tigaraksa sebagai Ibukota dari Kabupaten Tangerang, pertumbuhan Kecamatan ini bisa dibilang seperti siput, lambat. Baik secara Fungsional maupun secara Geografis,” cetus nya.

Ia memaparkan, Secara Fungsional meskipun Tigaraksa ini adalah pusat pemerintahan Kabupaten tapi nyatanya perkembangan ekonomi disini belumlah pesat. “Pasal nya, aktifitas padat hanya saat aktivitas perkantoran berlangsung yaitu Senin sampai Jumat, Sabtu dan Minggu, ibu kota Tigaraksa seperti Kota yang sepi tak berpenghuni, karena kondisi inilah sehingga belum bisa menopang kehidupan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik secara merata,” papar nya.

Walau demikian kata Budi, Secara geografis adalah berkaitan dengan berbagai jumlah fasilitas umum yang meningkat.

“Di Tigaraksa Fasilitas Umum untuk memudahkan aktivitas masih sangat minim. Contohnya saja adalah layanan Kantor Bank pembantu, hanya ada di beberapa tempat, dan hanya bank tertentu, atau kalau ada fasilitas setor tunai itu pun hanya sedikit dan kadang juga fasilitas ATM seperti ini sering rusak,” kritik Budi

Dikatakan, Fasilitas lain yang bisa disoroti adalah fasilitas menuju stasiun Kereta Api, Angkutan Umum menuju stasiun tidak memadai, hanya bisa dilakukan oleh Ojek Pangkalan yang membutuhkan biaya besar menggunakan fasilitas ini.

“Miris sekali. Kabupaten Tangerang dilihat dari sisi perkembangan satu wilayah. Sangat berbeda sekali apabila ingin di bandingkan dengan Tangerang lainnya seperti Tangerang Kota dan Tangerang Selatan,” tutur Budi

Budi menegaskan, Dimana pertumbuhan dari segi Fungsional dan Geografis berjalan cepat, meningkatkan setiap tahunnya.

“Faktanya tidak bisa dipungkiri, kemungkinan dalam benak warga Kabupaten Tangerang tidak ada yang sempurna bertindak. atas semua Kelebihan dan kekurangan memimpin, wajar saja sejumlah pendapat aktivis dalam pandangan berbagai aspek,”ujar nya

Bagi Bupati Zaki Iskandar yang memimpin di Periode Kedua, beban melepas jabatan dengan meninggalkan Kearifan dan Senyuman Rakyat justru lebih dituntut.

“Sejauh ini, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tangerang terus diharapkan mendukung pemerintah untuk kembali bangkit mempertahankan masa-masa gemilang. Masa-masa yang penuh prestasi, kejayaan dan kesejahteraan,” tukas nya.

Semangat kebangkitan itu, di ajak untuk cerdas pada HUT Kabupaten Tangerang ke-390 tahun. jatuh pada 13 Oktober 2022, mengusung tema “Tangerang Pulih Lebih Cepat, Tangerang Bangkit Lebih Kuat”.

“Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, mendapat kritikan dari Aliansi Peduli Masyarakat Tangerang Banten (APMTB) atas kinerjanya selama memimpin. Ahmed dinilai gagal menjalankan program pemerintahan, khususnya penanganan warga miskin,” kata Budi kepada wartawan

Dia menerangkan, Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang dalam dua tahun terakhir, jumlah warga miskin terus mengalami peningkatan. Tercatat sekitar 272.000 jiwa atau 7,12 persen penduduk Kabupaten Tangerang yang masuk kategori miskin.

” Jika mengutif Pernyataan negatif tersebut, dipaparkan Aktivis APMTB, AMPTB mengatakan bahwa lantaran penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu program unggulan Bupati Tangerang,” beber Budi

Atas hal ini, Ahmed Zaki pun dinilai gagal menjalankan amanah yang di percayakan oleh rakyat.

“Sejumlah perubahan positif terjadi di Kabupaten Tangerang selama 10 tahun terakhir. Di antaranya lingkungan yang makin tertata dan perbaikan Infrastruktur,” ucap nya.

Terkait evaluasi kinerja lingkungan hidup dan sampah, Budi Usman juga mengungkapkan, sampah di Kabupaten Tangerang selama tahun 2021 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mencapai 2.250 ton perhari, sehingga total selama satu tahun pada 2021 produksi sampah mencapai sekitar 820.000 ton.

“Nah rata-rata satu kecamatan hanya ada dua truk pengangkut sampah, yang harusnya satu kecamatan minimal terdapat 10 truk sampah, dengan satu desa satu truk diluar kecamatan,” katanya,

Budi menambahkan, mengingat sampah yang dihasilkan sekitar 45 persen didominasi oleh sampah rumah tangga, baik sampah organik maupun non-organik, maka idealnya satu kecamatan di Kabupaten Tangerang mempunyai tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) sebagai tempat untuk masyarakat membuang sampah.

“Namun di 13 kecamatan khususnya wilayah pantura yang sarat dengan kawasan kumuh dan padat penduduk, tidak tersedia TPST di tiap kecamatan, ini memberikan indikasi tidak maksimal Pemkab Tangerang melayani sektor persampahan,” cetusnya.

Budi menambahkan, Namun ada pengamat sosial Muslih Amin dilansir dari Media Indonesia, Selasa, 11 Januari 2022 mempunyai pandangan positif terhadap Kabinet Zaki-Romli

Menurut Muslih, dampak positif kinerja Bupati Zaki Iskandar itu kini terkikis sedikit demi sedikit dengan masifnya perbaikan infrastruktur jalan dalam 10 tahun terakhir. Jalanan makin mulus dengan dukungan penerangan yang membuat wajah Tangerang makin bersinar.

“Mengimplementasikan tema tersebut. Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut pasca pandemi dengan memupuk semangat warga untuk bangkit memulihkan perekonomian,” sambung Budi dalam pendapat nya di hari Pemkab Tangerang ke-390.

Tentu tetap semangat, Hari Jadi Kabupaten Tangerang pun memberi sinyal semangat dan kebangkitan ke arah yang lebih positif dari sebelumnya.

“Soal mengolah jiwa merengkuh kebahagiaan rakyat, Kabupaten Tangerang jagonya. Bagaimana tidak, meski dihajar pandemi, sejumlah program unggulan tetap dijalankan karena amanat yang harus di tunaikan,” Seraya Budi berharap, Semoga Kabupaten Tangerang bisa lebih baik, Cenghar dan Berkeadilan,” tandas nya. (Asep)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini