25.7 C
Indonesia
Kamis, Oktober 22, 2026
Beranda Nasional Ian, S : HPN – 2025 Mengapa Berlangsung Pada Dua Lokasi.

Ian, S : HPN – 2025 Mengapa Berlangsung Pada Dua Lokasi.

Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, menggelar jamuan makan malam untuk perwakilan insan pers dari seluruh Indonesia peserta peringatan Hari Pers Nasional 2025. berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (8/2/2025) malam. (Foto : Red, Buletintangerang.Com)

BULETIN TANGERANG.COM, – Memang tidak mudah memetik hal positif dari sikap buruk yang dipertontonkan orang lain. Contoh, sikap ngeyel sekelompok wartawan mengaku dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) legal dan menuding pihak lain abal-abal adalah perbuatan keji,”Hal pertama di  tuliskan oleh Ian Situmorang selaku Penasehat Siwo PWI Pusat, pada Periode 2023-2028
Mantan Pemimpin Redaksi Tabloit BOLA ini juga menilai, Imitasi atau asli hanya dapat dibuktikan lewat respon dan partisipasi anggotanya.
Dan tentu saja dibuktikan dengan legalitas organisasi profesi yang diterbitkan oleh pemerintah.
“Dalam hal ini PWI yang diketuai oleh Hendry Chaerudin Bangun (HCB) adalah yang sah,” tutur Ian, pada kamis 14 Februari 2025.
Anehnya kata Ian,  Hari Pers Nasional (PWI) di 9 Februari 2025 dilaksanakan pada dua lokasi. yakni Di Banjarmasin diikuti lebih dari 1500 wartawan dari 30 provinsi berlangsung meriah dan melakukan banyak kegiatan.
“Walau buruk dan menjadi preseden, tapi bagi saya, gonjang-ganjing ini justru melahirkan beberapa hal baik,”imbuhnya.
Hal ini, terlihat kentalnya kekompakan dan persahabatan dari sesama peserta yang hadir di Banjarmasin Kalimantan Selatan.
“Sayang saya tidak dapat gambarkan suasana di tempat lain,”cetusnya.
Sudahlah, biarlah waktu menjawab kapan para sempalan itu kembali ke rumah PWI dalam suasana damai dan meredam api emosi.
“Braderku, seperti membangun rumah tangga, ada saja waktu gesekan dan rujuk,”ujarnya.
Ian Mengulas HPN MANDIRI
PWI berdiri di Solo pada 9 Februari 1946. Selama 79 tahun terus dirayakan dalam berbagai kondisi, tergantung kemampuan finasial dan berpindah ke berbagai kota bekerjasama dengan pemerintah daerah.
Setelah pelaksanaan HPN -2025 di Banjarmasin, saya timbul ide agar PWI tidak lagi tergantung pendanaan Pemerintah Daerah (Pemda)
“Sudah waktunya PWI hidup mandiri. Betul, PWI bukan bertranformasi menjadi organisasi komersil, tapi juga tidak menjadi parasit,” kata Ian.
Dirinya juga mengusulkan, Mencari sponsor dan mengikat kerjasama dengan stasiun televisi adalah salah satu contoh.
Bukankah nama besar PWI layak jual? Kita dapat membangun hubungan simbiosis mutualisme dengan perusahaan di berbagai daerah, termasuk BUMN milik negara.
Konon Peringatan Hari Pers Nasional (HPN)  berikutnya sudah punya tiga kandidat. Tentu banyak persyarakat yang harus dipenuhi untuk nantinya diputuskan setelah verifikasi.
“Satu contoh, telah lahir di Kalimantan Selatan.Di Agustus 2024, Banjarmasin adalah tuan rumah Porwanas, yang juga dikategorikan sangat berhasil, Bulan Februari kemudian menjadi pelaksana HPN,” ucapnya.
Dari pelajaran di Kalsel ini, Menjadi model yang baik untuk pelaksanaan berikutnya. Artinya, tuan rumah Porwanas dan HPN dilaksanakan di kota yang sama. Panitia, pendanaan bisa lebih efisien dan efektif.
“Satu hal lagi, Menjadi perenungan. PWI dapat melakukan kontrak kerja dengan daerah penyelenggara, bukan hanyak untuk satu kali, tapi dua tahun berturut-turut, “tukasnya.
Menurut Ian, Tentu ini semua masih buah pikiran yang dapat didiskusikan, ditelaah. Tujuannya tentu membuka wawasan.
“Siapa tahu pada 9 Februari 2029, Hari Pers Nasional sudah dapat dinikmati pemirsa televisi di seluruh Indonesia secara langsung,”Seraya ia menegaskan, Mari kita jual event HPN Mari melangkah maju,”pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini