Tanah Pemda Tangerang Hilang, Tanggung Jawab Siapa ?


Septian Prasetyo, S.H Direktur LBH Pospera (Posko Perjuangan Rakyat)

Tangerang | Buletintangerang.Com, Menjelang HUT Kota Tangerang ke – 29 Kalangan Aktivis mendesak Pemkot, Lakukan Langkah Hukum terkait dugaan puluhan ribu meter tanah milik Pemerintah yang hilang, ditaksir kerugian atas hilangnya tanah tersebut mencapai ratusan miliar,” hal pertama disampaikan, Septian Prasetyo, S.H Direktur LBH Pospera, (Posko Perjuangan Rakyat) Selasa (22/02)

Septian Prasetyo menegaskan, Satu tahun lagi, habis masa waktu periode kedua kalinya Arief R. Wismansyah dan Sachrudin sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tangerang masabakti 2018-2023. menjelang Hari Jadi atau HUT Kota Tangerang ke-29 harus dapat menjawab Aspirasi masyarakat terkait dugaan hilang nya puluhan ribu meter tanah milik Pemda

“Kami sudah melayangkan surat klarifikasi terkait 18 titik asset PemKot Tangerang yang diduga diselewengkan, dengan, nomor surat 47/PKLF – PNH/II/2022 tentang permohonan Klarifikasi dan penindakan Hukum kepada PemKot Tangerang, pada tanggal 10 Februari lalu,” ujar Direktur LBH Pospera itu.

Lebih jauh Septian mengatakan, berdasarkan investigasi yang dilakukan Aliansi Tangerang Raya dan Pospera, diketahui sedikitnya ada 18 titik asset Lahan hasil serah terima dari Kabupaten Tangerang ke Kota Tangerang bermasalah.

“Ada puluhan hektar lahan yang nilainya mencapai Rp 500 miliar kalau dihitung dengan harga tanah sekarang, yang patut diduga hilang, untuk itu kami meminta Pemkot untuk melakukan penindakan hukum, agar bisa mengembalikan lahan yang hilang tersebut,” tukas nya

Menurut septian, ada dugaan pejabat Pemkot Tangerang dalam hal ini Walikota dan Pejabat Pemda Kabupaten Tangerang sebut saja Bupati, lepas tanggung jawab

“Bungkam dan azas pembiaran terhadap asset-asset yang telah dilakukan serah terima tersebut, pada tahun 1999 antara Walikota Moch Tamrin dan Bupati Tangerang Agus Junara, yang diketahui oleh Gubernur Jawa Barat,”tandas nya.

H Tatang Sago

Senada kritik tajam juga datang dari Aktifis Aliansi Tangerang, H Tatang Sago menjabarkan, hilangnya tanah tersebut, diduga beralih menjadi milik pihak ketiga dengan berbagai cara. Diantaranya bidang tanah terhadap eks Gedung Partai Golkar yang telah di tukar guling (Ruislaag) ke Tigaraksa dan Perampasan bidang tanah yang terletak di depan eks gedung Golkar serta tanah eks Terminal Cikokol dan eks Pasar Cikokol Kota Tangerang.

“Kami mencurigai telah terjadi penyalahgunaan wewenang tentang pengelolaan anggaran maupun, asset milik Negara (Misbruik Van Omstandigheden) sehingga patut diduga telah terjadi tindakan melawan hukum atau tindak pidana korupsi dengan estimasi kerugian sebesar Rp 520 milyar tentunya hal itu bertentangan dengan UU no 23 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU No 1 tahun 2004 tantang Perbendaharaan Negara, UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah di ubah menjadi UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Korupsi,” papar nya.

Ia berharap, pemerintah dapat membuat tim Satgas Mafia Tanah yang didalamnya ada unsur dari pihak kepolisian, kejaksaan, dan BPN guna memberantas para mafia tanah yang diduga ikut bermain dalam hilangnya asset tanah Pemkot Tangerang

“Persoalan itu harus diusut sampai keakar persoalan, kami bersedia memberikan bay data – data yang dapat dijadikan petunjuk oleh APH atau Tim Satgas Mafia tanah, agar para mafia tanah atau oknum – oknum Stakholder yang terlibat dapat di tindak tegas sesuai Hukum yang berlaku,” tegas disampaikan H Tatang Sago kepada awak media Buletintangerang.Com. di tangerang

Surat Pospera

Berkaitan Komentar kedua aktivis itu, awak media ini mencoba menghubungi Arief R. Wismansyah dan Sachrudin sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tangerang melalui telpone Whatsapp disayangkan belum juga dapat memberikan keterangan atau belum membalas pesan Konfirmasi awak media Buletintangerang.Com

Beberapa pejabat terkait atas dugaan hilang nya tanah Pemkot Tangerang itu juga terkesan bungkam sebut saja pihak Kabag Hukum dan Plt BPKD Pemkot Tangerang belum dapat memberikan keterangan.(man/edi)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini