LSM KIBAR : Paradigma Pungli Harus Dibenahi di Dukcapil Tangsel

Caption : H Baset Ketua LSM DPC KIBAR, Tangerang Selatan

BULETIN TANGERANG COM, TANGSEL – LSM – KIBAR (  Koalisi Bersama Rakyat )Tangerang Selatan akan terus mengingatkan dalam upaya pencegahan terjadinya Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) terutama di bagian pelayanan Dinas Dukcapil

“Jangan coba – coba melakukan penyalah gunaan jabatan dalam pelayanan public, Sejatinya Fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melaksanakan urusan Pemkot, Tangerang Selatan dalam bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan, pemanfaatan data, dokumen kependudukan, serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan,” kata H Baset Ketua LSM DPC KIBAR, Rabu (30/3/2022)

H Baset juga meminta jajaran Dinas Dukcapil agar menjaga integritas hindari pungli dan tingkatkan pelayanan kemajuan sistem budaya kerja yang baik, dengan sumber daya manusia (SDM) yang inovatif.

“Setelah mengingatkan kalau tidak ada Azas perubahan maka KIBAR tidak akan segan-segan melakukan laporan ke APH setiap pelanggaran, penyimpangan moral, seperti pungutan liar atau pungli dalam kegiatan pelayanan public.di lingkungan kerja Dinas Dukcapil,” cetus nya.

H Baset menegaskan, Kendati pihak nya LSM KIBAR, masih tahap mengingatkan, ia juga menerjunkan beberapa anggota nya melakukan investigasi atas data yang mereka miliki, dugaan terjadi pungutan liar di lingkungan Dinas Dukcapil

“Selama ini LSM – KIBAR Tangsel selalu mengedepankan Praduga tak bersalah,”Namun, Paradigma Pungli ini harus dibuang, dibersihkan, dibenahi, sehingga jajaran Dukcapil akan mendapat penilaian positif di mata masyarakat,”pungkas nya.

Dedi Budiawan, Kadis Dukcapil Tangsel

Sementara Kadis (Kepala Dinas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Tangerang Selatan Dedi Budiawan Menjelaskan, bahwa pihak nya sudah melakukan terobosan untuk mengurai antrian sekaligus mempermudah masyarakat tangsel untuk urusan seperti KTP dan KK Disdukcapil telah menyiasati dengan program “Tiga O” (3 O) Online Offline Ojol (Ojek Online) GO-JEK dan Grab

“Untuk Online masih sama dari dulu hingga saat ini, untuk Offline masayarakat bisa datangi Kantor Kelurahan, Untuk di online kan, berkasnya di foto nanti di upload oleh pihak kelurahan ke pihak kami Dukcapil,” kata Dedi Budiawan diruang kerja nya,Rabu (30/3)

Sedangkan untuk Ojol lanjut Dedi, Masyarakat bisa ke kantor kelurahan untuk di Verifikasi kemudian siapkan berkas dengan lengkap kemudian kirim melalui Ojol ke alamat Dukcapil.

“Dukcapil Tangerang Selatan sudah menyiapkan loket Drive thru, jadi si Ojol tidak perlu turun dari motornya,”Ucap kadis Dukcapil yang akrab di sapa Dedi, kepada awak media ini.

Ia juga menyampaikan, Total keseluruhan data penduduk di Tangerang Selatan hingga saat ini mencapai 1.367.405 jiwa yang memiliki E-KTP.

“Untuk mencapai target 100% Disdukcapil juga mengeluarkan kebijakan, untuk umur 16 tahun sudah bisa di Rekam untuk pembuatan KTP, dengan catatan bisa diambilnya saat umurnya sudah pas 17 tahun,”tukas nya.

Dia juga menjelaskan prihal adanya keluhan dari masyarakat yang merasa tidak terlayani dengan baik. Seperti dalam pembuatan E-KTP yang tertunda atau proses yang agak lama.

“Saat ini kita juga sedang ada di zona tidak nyaman akibat dari migrasi, kita sempat off beberapa hari, Karena lagi di instal jadi automatis mati. Dan sekarang kita sudah tidak pegang server lagi, yang pegang server sekarang adalah pihak pusat. Jadi sekarang sedang terjadi Antrian,” Jelasnya.

Kemudian Dedi memberikan himbauan kepada masyarakat Tangerang Selatan agar jangan malu bertanya ke Dukcapil, jangan pakai calo karena semuanya gratis tidak di pungut biaya.

“Selain gratis pelayanan tersedia hampir di semua medsos, Jadi saya berharap untuk masyarakat selalu mempelajari dulu apa kepentingan dan keperluannya,” tandas nya.(Kyo/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini