Gedung Kejari Tangerang Selatan di Jalan Promoter No. 2, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong.
BULETIN TANGERANG, COM — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangerang Selatan Abdul Rasyid di nilai lempar tanggungjawab. Pasalnya tak banyak komentar soal Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada tahun 2024 yang menuai kontroversi.
“Kan nanti dari Pemkot merilis, dirapatin itu, tunggu kabar pastinya,” kata Abdul Rasyid di kutif dari media RMOL Senin, (22/09/25)
Karena dinilai tidak transparan yang terjadi di pihak Pemerintah Tangerang Selatan dan DPRD Tangsel akan ada gerakan mahasiswa menggelar Aksi Damai untuk mengkritik langsung di gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan.
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Aliansi Ganyang Koruptor (ALIGATOR) menilai bahwa lembaga penegak hukum dalam hal ini (Kejari Tangsel) itu tidak berpihak pada rakyat dalam penanganan sejumlah kasus hukum, dan berencana menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (2/10/2025).
Mahasiswa menuding Kejari Tangsel kerap tebang pilih dalam penegakan hukum pada kasus-kasus besar yang diduga merugikan masyarakat dinilai lamban diproses,
Sementara kasus kecil yang menimpa warga justru cepat ditindak.
Kondisi ini, menurut mereka, (mahasiswa) memperlihatkan ketidakadilan hukum dan akan membuat kepercayaan publik merosot tajam.
“Ini baru langkah awal dari ALIGATOR selanjutnya akan melakukan aksi ke Kejangung, “tegas Bayu, koordinator aksi, pada Senin (29/9).
“Sudah saatnya Kejari Tangsel direformasi menyeluruh. Hukum jangan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,”Sambunya.
Informasi yang dihimpun media ini, Dalam aksi Kamis mendatang, mahasiswa akan membawa 7 tuntutan utama 3 diantaranya adalah :
Pertama, Reformasi total internal Kejari Tangerang Selatan
Kedua, Transparansi dan percepatan penanganan Kasus – kasus besar yang merugikan publik.
Ketiga, Komitmen nyata untuk berpihak pada rakyat kecil.
Bayu juga menegaskan, aksi dilakukan damai namun tegas, dengan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek.
“Kami tidak akan tinggal diam ketika keadilan dipermainkan,”imbuhnya.
Kendati, hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Tangsel belum memberi tanggapan resmi terkait tudingan mahasiswa maupun rencana aksi unjuk rasa tersebut. (Ed/Rhm)